Nama Domain, Web Hosting dan Propagasi DNS

registrasi nama domain

Jadi kamu sudah menemukan domain yang cukup bagus, kemudian cari-cari tahu cara “membeli” domain, dan akhirnya sukses melakukan pembayaran registrasi domain sekaligus sewa hosting (untuk menempatkan laman web kamu supaya bisa diakses lewat internet). Eh, tapi koq websitenya gak bisa dibuka?

Giliran bayar aja cepat, tapi kenapa ketika sudah mulai setup, hasilnya gak bisa langsung dilihat!?

Kadang kala hal seperti itu bisa bikin kita frustasi, kecuali kamu benar-benar mengerti bagaimana segala sesuatu bekerja di internet. Beberapa paragraf berikut akan menjelaskan tentang nama domain, web hosting dan proses propagasi DNS. Apa itu DNS, bagaimana cara kerjanya, dan kenapa satu-satunya solusi untuk permasalahan propagasi ini adalah… menunggu.

DNS adalah singkatan dari Domain Name System, kalau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia kira-kira Sistem Penamaan Domain. Fungsi DNS adalah untuk melayani permintaan dari banyak client (pengguna). Dan permintaan yang dimaksud adalah permintaan untuk menterjemahkan alamat sebuah website.

Oke, sebelum kita lanjut lagi, kamu harus punya modal pengetahuan tentang hal-hal berikutt:

  • IP Address
  • Service Providers
  • Domain Name
  • Domain Name Registrar
  • DNS
  • Proses Propagasi

Tenang saja, bahasanya akan dibuat sesederhana mungkin.

IP Address (Alamat IP)

Komputer kita berkomunikasi satu-sama-lain dengan menggunakan pengalamatan numerik. Seperti nomor telepon, setiap komputer di dalam internet memiliki “nomor”-nya sendiri-sendiri, yang berbeda satu dengan yang lain. Berikut contohnya:

174.122.19.254

Setiap server memiliki nomor IP yang berbeda, dan sudah ditentukan sebelumnya oleh badan yang berewenang untuk itu (berbeda untuk tiap negara).

Service Proviers (Para Penyedia Layanan)

Sebenarnya ada banyak jenis penyedia layanan yang menangani urusan di internet, tapi di artikel ini kita akan bahas 2 saja, yaitu:

1. Internet Service Provider (ISP) = Penyedia Layanan Internet

ISP adalah pihak yang menyediakan akses internet buat kamu, seperti Telkom Speedy, Telkomsel Flash, SmartFren, dll. Ketika kamu terhubung ke internet, mereka (ISP) akan memberikan sebuah IP ke komputer kamu. Nomor IP ini akan digunakan sebagai identitas komputer kamu selama komputer tersebut terhubung internet.

2. Web Host Provider (WHP) = Penyedia Layanan Hosting

WHP (seperti Ngemengdotcom) adalah pihak yang menawarkan bantuan baik bagi perusahaan atau individu untuk menyediakan halaman web di internet. Ketika sebuah website dibuat, semua hal yang dibutuhkan terkait website tersebut (tulisan, gambar, video, dll.) ditempatkan pada sebuah komputer khusus yang memiliki keterhubungan internet yang cepat dan selalu dalam keadaan menyala. Komputer tempat menyimpan materi website ini, disebut web server, sama seperti komputer yang kamu gunakan, juga memiliki alamat IP-nya sendiri.

Jika kita himpun kembali semua yang sudah dipelajari, ke dalam pengalaman berinternet, kira-kira begini jadinya.

Andaikan kamu ingin membuka sebuah website yang baru kamu buat.

Kamu akan melakukan usaha untuk terhubung ke internet terlebih dahulu, lalu komputer kamu akan mendapatkan satu alamat IP dari ISP yang kamu gunakan. Setelah connect, kamu akan membuka web-browser (Firefox, Chrome, dsb.) dan mengetikkan nama domain website kamu; misalnya: namadomainkamu.com

Lalu kamu tekan tombol enter. Komputer kamu akan mengirimkan sebuah request (permintaan). Request ini kemudian akan menelusuri internet, melewati berbagai jalur kabel, ditembakkan ke satelit, lalu dibelokkan lagi ke bumi. Setelah menempuh jarak ribuan kilometer dalam waktu sepersekian-detik, akhirnya permintaan itu sampai ke server WHP karena alamat IP-nya lah yang dituju.

Server kemudian merespon permintaan tadi dengan mengirimkan sebuah salinan halaman web yang disimpannya, ke alamat komputer kamu (alamat IP dari ISP tadi). Dan kamu pun akhirnya bisa melihat website yang baru kamu buat.

Ringkasnya sih seperti itu, tetapi bagaimana sebenarnya proses yang terjadi?

Domain Name (Nama Domain)

Nama Domain adalah apa yang biasanya kamu ketikkan di address bar ketika hendak membuka sebuah website. Domain name juga dipergunakan ketika ingin mengirimkan email.

Website: namadomainkamu.com
Email: kamu@namadomainkamu.com

Nama domain memudahkan kamu mengingat alamat sebuah website dan berkirim email. Lebih gampang kan mengingat ngemeng.com ketimbang 174.122.19.254 ?

Sampai disini, kamu sadar kalau ada satu pembahasan yang belum diangkat?

Ya, belum dibahas tentang mekanisme penterjemahan nama domain menjadi alamat IP (dan sebaliknya).

Tapi tahan dulu, masih ada yang musti kamu pahami.

Domain Name Registrar (Pendaftar Nama Domain)

Jika kamu ingin memiliki nama domain kamu sendiri, kamu harus mendaftar melalui pihak yang menyediakan jasa pendaftaran nama domain. Penyedia jasa ini memiliki tools yang memungkinkan kamu untuk mencari domain yang masih tersedia dan mendaftarkannya atas nama kamu.

Domain Name Registrar bisa dikatakan adalah pucuk dari rantai urusan penamaan domain di internet (root level DNS).

Jika kamu masih menyimak sampai baris ini, selamat, berarti kamu memang orang yang bisa tetap fokus pada tujuan. Dan sebagai penghargaan, kita akan bahas… DNS. Ya, tujuan kamu kesini dari awal emang mau membaca tentang DNS kan yah?

DNS dan Mekanismenya

DNS adalah program yang berjalan pada komputer khusus yang disebut DNS Server. DNS memiliki dua fungsi utama:

  1. Menterjemahkan nama domain menjadi alamat IP (Resolving)
    Tadi kita sudah sepakat (semoga) kalau lebih gampang mengingat ngemeng.com ketimbang 174.122.19.254 ‘kan? DNS membuat proses penterjemahan ini berlangsung secara cepat dan tidak terasa. Ketika web-browser yang kamu gunakan diperintahkan untuk membuka “ngemeng.com” maka biasanya komputer kamu akan mencari alamat IP-nya dengan “bertanya” kepada DNS Server yang tersedia (biasanya disediakan oleh ISP kamu).
  2. Sebagai penanggungjawab terhadap nama domain (Authority)
    Ketika kamu memutuskan untuk menampung (host) website kamu, jaringan server tempat hosting kamu berada harus memiliki DNS Server sendiri. Hal ini berguna untuk memberitahukan kepada seluruh jaringan bahwa website kamu ada disitu. Secara teknis hal ini disebut “A” record, atau “Authority”.

Sebenarnya tidak ada satu DNS Server yang memiliki data pemetaan seluruh domain dan alamat IP di internet. Tetapi sesungguhnya ada begitu banyak DNS Server tersebar di internet, dan semua dirancang untuk saling bekerjasama.

Proses Propagasi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa Domain Registrar bertanggung jawab atas urusan registrasi domain dan publikasinya ke seluruh internet. Ketika sebuah nama domain dipublikasikan, maka nama domain tersebut akan disimpan pada sebuah direktori yang disebarkan ke seluruh DNS Server primer di segala penjuru dunia.

Kemudian DNS Server primer akan menyebarkan informasi terkait nama domain tersebut ke DNS Server sekunder, dan demikian seterusnya.

Proses penyebaran inilah yang dinamakan propagasi, dan biasanya memakan waktu hingga 72-jam untuk benar-benar selesai. Yang dimaksud ‘selesai’ adalah sampai seluruh DNS di dunia sudah diperbaharui terhadap fakta bahwa sudah ada nama domain yang baru didaftarkan, atau dimodifikasi authority-nya.

Jika ada DNS Server yang belum bisa resolving nama domain kamu, maka inilah yang kamu hadapi sebagai “website tidak bisa diakses”, kadang bisa – kadang tidak.

Atau seperti contoh kasus berikut; teman kamu bisa buka website kamu, tapi kamu justru tidak bisa. Kemungkinannya adalah DNS yang disediakan oleh ISP-nya mampu resolve nama domain kamu, sementara DNS dari ISP kamu masih menunggu giliran propagasi.

Kejadian seperti di atas, sangat sering terjadi. Dan ujung-ujungnya adalah komplain diajukan ke WHP yang bersangkutan. Padahal bisa jadi, pada kenyataannya web server yang digunakan berfungsi dengan baik, alias baik-baik saja.

Jadi sudah jelas yah, kenapa satu-satunya solusi adalah… menunggu.

(gambar diambil dari gadgetdiver.com)

17. February 2012 by Nichpakaich
Categories: Artikel | Tags: , , , , , , , , , , | 4 comments

Comments (4)

  1. Sekarang paham penyebabnya. Kayaknya sekarang dinneno.com udah enggak susah lagi diakses, yah mungkin proses pengenalannya ke seluruh DNS yang ada udah mulai rampung.

  2. Pingback: Memilih DNS Server yang Tepat | Ngemeng.com

  3. Apa yang dimaksud dengan DNS server Primer dan DNS server Sekunder?

    • Pengaturan dua DNS bertujuan untuk memastikan keberhasilan proses penerjemahan alamat; jika pemeriksaan ke DNS Primer tidak membuahkan hasil, maka akan diperiksa juga ke DNS Sekunder. Begitu.

Tinggalkan Komentar